ANALISIS PENERAPAN SISTEM ANTRIAN MODEL M/M/S PADA PT. BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK.

ANALISIS PENERAPAN SISTEM ANTRIAN MODEL M/M/S PADA PT. BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK. - Berikut informasi ANALISIS PENERAPAN SISTEM ANTRIAN MODEL M/M/S PADA PT. BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK. yang sangat penting dan berguna bagi kita semua.

Perumusan Masalah

Bagaimana kinerja sistem antrian yang ada pada proses transaksi di PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk  ?

Maksud dan Tujuan Penelitian

Maksud dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan sistem antrian yang selama ini diterapkan oleh PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. . Adapun tujuan khusus dari penelitian ini adalah :
Untuk mengetahui kinerja sistem antrian yang saat ini diaplikasikan pada PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

KODE MJM 511 : ANALISIS PENERAPAN SISTEM ANTRIAN MODEL M/M/S PADA PT. BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK.order skripsi sekarang

Atau silahkan kunjungi halaman DAFTAR SKRIPSI MANAJEMEN untuk mendapatkan semua skripsi yang Anda butuhkan.

Gunakan CTRL + F atau Control F lalu ketikkan kata kunci untuk menemukan skripsi yang Anda butuhkan dengan mudah dan cepat.

Batasan Masalah dan Asumsi Penelitian

Batasan masalah yang digunakan pada penelitian ini adalah :

  • Penelitian hanya dilakukan pada sistem antrian yang terjadi pada unit pelayanan nasabah PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. .
  • Penelitian tidak memperhitungkan biaya fasilitas dan biaya antri.
  • Tidak membedakan nasabah dari, umur, jenis kelamin, pendidikan dan keahlian.

Asumsi-asumsi yang digunakan dalam penelitian ini antara lain :

  1. Kondisi pada bulan pengamatan mewakili bulan-bulan berikutnya.
  2. Para teller memiliki kemampuan yang sama dan telah menguasai seluruh tugasnya.
  3. Tidak terjadi perubahan metode kerja selama penelitian dilakukan.

Hipotesis

Berdasarkan kerangka pemikiran teoritis diatas, maka penulis dapat menarik hipotesis bahwa :“ Diduga Penerapan sistem antrian model M/M/S dapat mengoptimalkan proses transaksi pada PT. BNI (Persero) Tbk.

Kesimpulan

Berdasarkan pengolahan data dan pembahasan yang telah dikemukakan sebelumnya, penulis dapat mengambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :

Berdasarkan analisis kinerja sistem antrian saat ini pada PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

  • Jenis sistem antrian yang diterapkan pada PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.   adalah jenis sistem antrian model Multiple Channel Query System atau M/M/S. dimana terdapat beberapa teller yang dapat melayani para nasabahnya namum fase yang dilewati oleh nasabah
    untuk melakukan transaksi melalui teller hanya satu kali.
  • Disiplin pelayanan yang diberlakukan di PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.adalah disiplin pelayanan First Come First Served (FCFS). Dimana nasabah yang datang terlebih dahulu mengambil nomor antrian diloket yang sudah disediakan oleh PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. , setelah itu menunggu dipanggil sesuai urutan yang telah didapatnya untuk mendapatkan pelayanan dari teller.

Konfigurasi sistem antrian yang diberlakukan oleh PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.  dapat dinyatakan dengan notasi (M/M/S). Dari hasil perhitungan kinerja sistem antrian pada PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. , waktu terpanjang yang dibutuhkan seorang nasabah dalam antrian hanya selama 2,2366 menit serta antrian terpanjang hanya sebanyak 2,3875 orang dan ini terjadi hanya pada periode waktu jam 10.00-11.00 setiap hariya. Ini menunjukan kinerja sistem antrian pada PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. sudah baik.

Namun Untuk menjaga kinerja sistem antrian yang diterapkan pada PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.  perlu mempertimbangakan tingkat kedatangan nasabah dan tingkat antrian yang terjadi setiap harinya.
Agar kinerja operasional PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.  secara keseluruhan tidak terganggu dan proses transaksi dapat berjalan secara optimal sehingga tidak membuat nasabah mengantri terlalu lama dalam melakukan transaksi karena jika tidak mempertimbangkan hal itu misalnya pada periode jam 10.00-11.00 akan mengakibatkan terjadinya peningkatan jumlah nasabah yang mengatri sebanyak 10,5215 nasabah.

Ini dapat dibuktikan berdasarkan perhitungan di atas bahwa pada jam sibuk yaitu jam 10.00-11.00 jumlah nasabah yang mengantri pada saat terdapat empat orang teller adalah sebanyak 2,3857 dan apabila adanya penugasan satu teller maka nasabah yang mengantri menjadi 12,9027, serta terjadi peningkatan jumlah rata-rata watu yang dibutuhkan nasabah dalam antrian yang sebelumnya adalah 2,2366 menit menjadi 12,1005.



ANALISIS PENERAPAN SISTEM ANTRIAN MODEL M/M/S PADA PT. BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK. - Demikianlah informasi ANALISIS PENERAPAN SISTEM ANTRIAN MODEL M/M/S PADA PT. BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK. yang semoga bermanfaat buat kita semua.

Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.